Juliku
Tak semua yang kita inginkan memang selalu terpenuhi. Untuk itulah Tuhan menciptakan rasa sedih, kecewa, marah, senang, bahagia dan seterusnya.
Dari bermacam-macam rasa itulah, kita banyak belajar. Belajar mengendalikan perasaan kecewa. Belajar melampiaskan kemarahan secara elegan. Belajar mengungkapkan kebahagiaan dengan sederhana. Juga memberikan cinta sekadarnya untuk orang-orang di sekitar kita.
Dan....tanpa kita sadari ternyata kita telah belajar menjadi dewasa ketika semua perasaan tersebut kita lalui. Sisanya kenangan yang berpilin-pilin membentuk siapa kita sesungguhnya.
Juli, pertengahan tahun ini, waktu yang tepat untuk memulai sesuatu yang baru. Tidak terlambat untuk mengawali semangat baru yang mungkin ikut tercecer di separuh waktu awal tahun kemarin. Kita mesti bergegas. Abaikan saja kupu-kupu yang tak mau hinggap. Yang jelas matahari masih setia menemani hidup kita. Biarlah kupu-kupu itu lewat begitu saja. Tuhan akan mengirimkan kasih sayangnya melalui caranya yang misterius.
Abaikan saja Mei yang kemarin. Selamat datang Juli yang terang benderang.
*